Program Unggulan

Secara garis besar produk – produk KSPPS  BMT Bina Ummat Sejahtera terbagi menjadi dua bagian yaitu :

  1. Produk Simpanan
    1. Simpanan Sukarela Lancar ( Si Rela )
      Simpanan lancar dengan sistem penyetoran dan pengambilannya dapat dilakukan setiap saat.
    2. Simpanan Sukarela Berjangka ( Si Suka )
      Simpanan berjangka dengan sistem setoran dapat dilakukan setiap saat dan pengambilannya disesuaikan dengan tanggal valuta. Jenis Simpanan Si Suka dapat digolongkan Si Suka           1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun.
    3. Simpanan Siswa Pendidikan ( Si Sidik )
      Simpanan yang dipersiapkan sebagai penunjang khusus untuk biaya pendidikan dengan cara penyetorannya setiap bulan dan pengambilannya pada saat siswa akan masuk Perguruan Tinggi.
    4. Simpanan Haji ( SI HAJI )
      Simpanan bagi anggota yang berencana menunaikan ibadah haji. Simpanan ini dikelola dengan menggunakan dasar prinsip wadhiah yadh dhamanah dimana atas ijin penitip dana, BMT dapat memanfaatkan dana tersebut sebelum dipergunakan oleh penitip.
    5. Simpanan Ta’awun Sejahtera ( SI TARA )
      Simpanan Ta’awun Sejahtera ( Si Tara ) merupakan produk simpanan dengan akad Mudhorobah anggota sebagai shohibul maal (pemilik dana) sedangkan BMT sebagai mudhorib (pelaksana/pengelola usaha), atas kerjasama ini berlaku sistem bagi hasil dengan nisbah yang telah disepakati di muka.
  1. Produk Pembiayaan / kredit
    1. Produk Pembiayaan / Kredit Pedagang
      Sasaran pembiayaan / kredit ini dengan sistem angsuran harian, mingguan dan bulanan dengan jangka waktu pembayaran sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
    2. Produk Pembiayaan / Kredit Pertanian
      Sasaran pembiayaan pertanian dititik beratkan pada modal tanam dan pemupukan, jumlah modal yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas lahan garapan, pembiayaan ini dengan sistem musiman, atau jatuh tempo yang telah disepakati kedua belah pihak.
    3. Produk Pembiayaan / Kredit Nelayan
      Jenis pembiayaan yang diperuntukkan bagi anggota nelayan, produk ini sangat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan anggota nelayan berupa pemupukan modal nelayan dan pengadaan  sarana  penangkapan ikan, dengan sistem angsuran yang telah ditentukan oleh KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera dan Mudhorib.
    4. Produk Pembiayaan / Kredit Industri dan Jasa
      Produk ini dikhususkan bagi para pengusaha yang bergerak dalam bidang pengembangan jasa, dan Industri, PNS  melalui sistem angsuran ataupun jatuh tempo yang telah disepakati kedua belah pihak.
  1. Pendampingan
    Bagian Pendampingan mempunyai keterkaitan yang kuat dalam pengamanan dan keberhasilan produk – produk pembiayaan, sehingga antara kedua bagian ini saling mendukung dan mengevaluasi perencanaan dan pencapaian kinerjanya.
    Agar mata rantai tersebut dapat berjalan dengan baik, maka tugas yang harus dilakukan oleh bagian pendampingan adalah :
  1. Pendampingan Manajemen Usaha
    Kebanyakan anggota di sektor informal masih kurang memiliki kemampuan dalam manajemen usaha. Oleh karena itu perlu diberikan asistensi tentang manajemen usaha yang baik, diantaranya :
       . Pembukuan sederhana
       . Manajemen keuangan sederhana
       . Manajemen pemasaran
  2. Pendampingan Permodalan
    Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam penumbuhan usaha anggota adalah disisi permodalan. Lembaga membuka lebar bagi anggota untuk mendapatkan permodalan lewat pembiayaan dengan sistem bagi hasil yang sudah barang tentu sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang ada.
  3. Pendampingan Pemasaran
    Dalam hal pemasaran produk, lembaga mengupayakan untuk membantu mempromosikan produk – produk mereka ke pihak – pihak tertentu terutama lewat media pameran, baik yang diselenggarakan oleh pemeritah maupun swasta.
    Kualitas produk dari usaha anggota sering dikomunikasikan agar di pasaran tidak ketinggalan dengan produk – produk lain.
  4. Pendampingan Jaringan Usaha
    Melalui jaringan usaha ( Networking ) khususnya jaringan usaha antar anggota diharapkan mereka mampu mengelola usahanya dengan baik, agar tidak kalah dalam persaingan usaha yang semakin ketat. Komunikasi yang dilakukan diantaranya melalui kegiatan formal yang berupa temu bisnis anggota maupun melalui kegiatan non formal seperti pengajian ataupun kegiatan lain yang bermanfaat untuk kemajuan usaha. 
  1. Baitul Maal
    Bagian ini sangat potensial untuk menjadi kekuatan di lembaga ini, karena dengan di intensifkannya baitul maal akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk pemberdayaan umat, termasuk pembinaan usaha lewat pembiayaan Qordul Hasan.
    Sumberdana yang diperoleh Baitul Maal antara lain :
  1. Zakat, infaq dan shodaqoh baik dari anggota zakat tijaroh dari modal kerja maupun dari masyarakat.
  2. Pemberdayaan zakat dari pengelola pada setiap bulannya ( 2,5 % dari gaji ).
  3. Bekerjasama dengan Laznas BMT Pusat, berkaitan dengan program penghimpunanan maupun penyaluran zakat.
  4. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Republika melalui program Tebar Hewan Qurban.

 

Penyaluran ZIS antara lain :

  1. Santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu.
  2. Pembudayaan pelaku ekonomi mikro khususnya anggota KSPPS BMT BUS
  3. Bantuan fasilitas ibadah untuk masjid dan mushola.
  4. Pemberian beasiswa bagi penduduk yang tidak mampu.
  5. Memberikan sumbangan social kepada anggota maupun masyarakat yang terkena musibah.