Tingkatkan Pendapatan Per Kapita Setara Nasional

Hari ulang tahun ke-276 Kabupaten Rembang menjadi semangat Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Bina Ummat Sejahtera (BUS) untuk terus mengembangkan potensi desa. Sasarannya, pendapatan per kapita masayarakat desa bisa setara dengan standar nasional. Salah satu tujuannya, mencegah arus urbanisasi dan migrasi.

Ketua pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT BUS Abdullah Yazid mengungkapkan, kunci mencapai sasaran itu berasal dari desa. Oleh karena itu, BMT BUS membuat program desa emas. Setiap desa akan dibina untuk mengangkat potensi masing-masing dan akan mempunyai satu produk yang bisa dikembangkan, atau one village one product.

Selain membuat program, BMT BUS juga melakukan pendampingan ke desa-desa. Saat ini terdapat 14 desa dan tersebar di empat kecamatan. Warga desa tersebut mulai melaksanakan program tersebut.

BMT BUS juga memberi fasilitasi sesuai potensi produk setiap desa. Dia mencontohkan, desa yang punya potensi batik akan bekerja sama dengan beberapa lembaga. Tujuannya mengembangkan teknologi batik. Terutama, berkaitan desain. Diakuinya, desain batik tulis Lasem termasuk lemah dan kalah dengan batik Pekalongan, Jogja, dan Solo.

Selain proses produksi, fasilitasi juga diberikan dalam hal pemasaran. BMT BUS akan membangun pusat oleh-oleh yang sekaligus menjadi sentra penjualan produk. Sentra itu, rencananya didirikan di Jalan Sunan Bonang dan di atas lahan sekitar 2.200 meter persegi.

Lewat program tersebut, pihaknya menargetkan pendapatan per kapita masyarakat desa bisa setara dengan standar nasional. Tujuannya, masyarakat desa tak lagi merantau ke luar Rembang bahkan mancanegara untuk mencari pendapatan.

Maka dari itu, BMT BUS mendorong masyarakat bisa berinvestasi di desa masing-masing sesuai potensi yang ada. Tahun depan, BMT BUS rencananya akan menambah jumlah desa binaan dalam program desa emas.

Sumber : Radar Kudus (Jawa Pos)