Peduli Lombok, BMT BUS Bantu 15 Masjid Darurat

Koperasi Simpan Pinjam & Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Bina Ummat Sejahtera (BUS) Lasem, Rembang, turut peduli terhadap korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Salah satu wujudnya dengan menyalurkan 15 tenda peleton yang diperuntukkan sebagai masjid darurat.

Pendistribusian tenda dipimpin oleh Direktur Baitul Maal, Widada dan Sekretaris Pengurus BMT BUS Lasem, Ahmad Zuhri. Belasan tenda ini berasal dari 9 BMT BUS, 1 BMT Shohibul Ummat dan 5 Inkopsyah (Induk Koperasi Syariah) pada hari Jumat 22 September 2018.

Penyalurannya tenda diantaranya, di pemukiman warga dan madrasah yang berada di Lombok Timur dan Utara. Seperti, tiga tenda ada yang dipasang di Dusun Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Kemudian, satu tenda untuk hunian sementara masyarakat, dua tenda untuk kegiatan belajar mengajar siswa madrasah. Selain itu ada di Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Selebihnya pemasangan tenda di Dusun Lempenge, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Dusun Banten Damai, Desa Dangjang, Kecamatan Kayangan dan Dusun Selat, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Utara.

Direktur Baitul Maal, Widada didampingi Sekretaris Pengurus BMT BUS Lasem, Ahmad Zuhri mengatakan pemasangan tenda di hari pertama telah terpasang enam unit. Selebihnya diselesaikan sampai hari Ahad mengingat susahnya medan di daerah pengunungan.

“Kondisi disana cukup memprihatinkan. Kami lihat 53 hari pasca gempa bangunan insfrastruktur rumah, sekolah, tempat ibadah maupun hotel yang baru dibangun 90 persen mengalami kerusakan/roboh,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Sabtu 22 September 2018.

Melihat yang demikian, pihaknya menyalurkan 15 tenda peleton berukuran 5x15m yang mampu menampung sekitar 50 orang. Harapannya, untuk berteduh, tidur, dan menjalankan ibadah Sholat. Sebab tenda yang kali pertama didirikan, kondisinya banyak mengalami kerusakan.

“Pendistribusian kita kerja sama dengan USSI Care, sementara pemasangan melibatkan warga sekitar,” terangnya.

Ketua Pengurus KSPPS BMT BUS Lasem Abdullah Yazid menyampaikan setiap ada korban bencana BMT BUS selalu turut hadir. Terlebih, bencana besar seperti di Lombok ini direktur dan segenap pengurus, langsung berinisiatif mendistribusikan bantuan berupa masjid darurat.

Pertimbangan memberikan tenda sebagai masjid darurat bukan tanpa alasan. Karena sarana ibadah berupa masjid maupun musholla roboh setelah terkena gempa. ”Kami berharap tenda tersebut dapat digunakan multifungsi, untuk kegiatan keagamaan dan pengungsian. Walaupun hanya kecil, kami berharap dapat membantu problem disana (NTB, Red),” ungkapnya.

Ke depan pihaknya berharap Baitul Maal di BMT BUS mendapatkan dukungan lebih. Untuk berkontribusi pemberdayaan, khususnya bagi kepentingan warga Republik Indonesia. Tidak hanya itu saja KSPPS BMT BUS Lasem juga diberikan kepercayaan Pemda Rembang, untuk memberikan santunan kepada kaum lanjut usia terlantar (LUT). “Jatahnya ada delapan di wilayah kerja, setiap orang Rp. 360 ribu/bulan,” ungkapnya.

Diantara wilayahnya, mulai Kecamatan Sumber, Kaliori, Lasem, Pancur, Sedan, Pandangan, Kragan dan Sarang. Santunan LUT bekerjasama dengan Dinas Sosial. Sementara pemberian santunan telah dijalankan bulan Agustus.

“Baznas pusat menunjuk Baitul Maal BMT BUS sebagai unit pengumpul zakat. Jadi kami harapkan masyarakat tidak perlu ragu untuk menyalurkan Zakat, Infaq & Shodaqoh yang kami kelola,“ imbuhnya.

Sumber : Radar Rembang