Menkeu Sri Mulyani Apresiasi Kredit Ultra Mikro BMT BUS

BMT Bina Ummat Sejahtera (BUS) jadi salah satu lembaga keuangan yang jadi proyek percontohan program kredit ultra mikro (UMi). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengapresiasi pelaksanaan program tersebut oleh BMT BUS.

Pekan lalu, Sri Mulyani bersama Plt. Direktur Utama (Dirut) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Joko Hendrato mengunjungi cabang BMT BUS di Sukoharjo. Keduanya didampingi oleh Ketua Pengurus Koperasi Simpat Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT BUS Abdullah Yazid.

Sri Mulyani sempat berdialog dengan para anggota BMT BUS di Sukoharjo. Dialognya di kompleks Pasar Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Kantor cabang BMT BUS juga bertempat di pasar tersebut.

Ketua KSPPS BMT BUS Abdullah Yazid mengungkapkan, menkeu mengapresiasi pelaksanaan program kredit UMi oleh BMT BUS. Kurang lebih enam jam, menteri perempuan ini berdialog dengan anggota BMT BUS yang mayoritas pedagang di pasar setempat.

BMT BUS jadi salah satu lembaga keuangan yang dijadikan pilot project pelaksanaan kredit UMi. Sudah berlangsung sekitar enam bulan. BMT BUS dapat pembiayaan Rp 50 miliar dari PIP untuk disalurkan ke anggota di-117 cabang.

Pembiayaan itu khusus bagi anggota yang mempunyai usaha mikro. Besaran pembiayaannya maksimal Rp 10 juta per anggota. Khusus di cabang Sukoharjo, penyalurannya sebesar Rp 600 juta. Rata-rata per anggota mendapatkan Rp 2 juta.

“Kami BMT BUS jadi pilot project agar bisa diduplikasi di lembaga keuangan bukan bank (LKBB) lain,” jelasnya.

Tujuan program tersebut untuk meningkatkan kualitas usaha mikro menjadi usaha kecil. Sehingga, ada beberapa kemudahan yang diberikan. Seperti syarat tanpa agunan dan bagi hasil 18 persen.

BMT BUS tak hanya memberi permodalan dengan akses mudah bagi para pengusaha mikro. Mereka juga diberi pendampingan hingga usahanya bisa berkembang dari mikro menjadi usaha kecil.

Sumber : https://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/29/77341/menkeu-sri-mulyani-apresiasi-kredit-ultra-mikro-bmt-bus